Kenali Dulu Produknya sebelum Berinvestasi

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

JAKARTA – Berinvestasi merupakan bagian dalam perencanaan periode depan yang berkualitas. Sayangnya, banyak yang belum mengetahui jenis dan proses investasi sehingga enggan memulainya.

Tren investasi di Indonesia semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Masyarakat seolah dimanjakan dengan berbagai kemudahan untuk membereskan sebagian kekayaannya dalam bentuk investasi. (Baca: sandiaga Uno Ungkap Gaya Investasi di Masa Depan)

Investasi adalah cara untuk mengembangkan aset atau melipatgandakan imbalan. Jika uang yang dihasilkan hanya dari pendapatan, misalnya dari usaha atau gaji hanya disimpan, kadar uang akan tergerus inflasi.

“Apabila seseorang memilih untuk menabung saja tanpa berinvestasi, kekayaan yang dikumpulkan hampir pasti akan terkena inflasi. Sementara dengan investasi, dan berbagai instrumen yang bisa dipilih, kita bisa menaikkan return-nya di atas nilai inflasi, “? jelas pengamat ekonomi Tauhid Ahmad.

Baca Juga:

Saat ini, ada bermacam-macam macam model instrumen investasi dengan bisa dipilih oleh para bahan investor. Antara lain saham, aurum, obligasi, properti, deposito, dan reksadana. Tentunya, model investasi ini mempunyai jangka waktu, tingkat risiko, serta modal pengembalian atau return on investment (ROI) yang beragam.

Bagi Anda yang bertambah menyukai investasi jangka panjang, emas atau logam mulia (LM), obligasi, properti dan reksadana tentu bisa dijadikan pilihan. Menurut Tauhid, pilihan investasi ini memiliki tingkat risiko rendah sampai sedang. (Baca juga: Orang Buta di Mata Imam Ahmad Bin Hanbal)

Investasi properti misalnya, memang bisa memberikan pendapatan yang besar. Tapi, bukan berarti kita bisa menginvestasikan seluruh dana ke instrumen tersebut. Sebab, nilai properti akan mengikuti inflasi, sehingga selalu ada efek kerugian yang dialami, meskipun makna properti cenderung mengalami kenaikan di setiap tahunnya.

“Investasi properti merupakan tipe investasi jangka panjang, sehingga tidak dapat menuai keuntungan dalam zaman cepat. Sebaiknya jika ingin berinvestasi ini harus ada dana khusus, jangan mengganggu dana pendidikan bujang atau dana darurat, ” tegasnya.