Kontrak Kembangkan Energi Alternatif, Pertamina Lanjutkan Kajian Gasifikasi Batubara

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Komitmen Pertamina untuk mengembangkan energi alternatif terus ditunjukkan. Salah satunya adalah untuk pengembangan program gasifikasi batubara dengan dapat diproses menjadi bahan menjilat pengganti LPG, yaitu DME (Dimethyl Ether).

Hal ini ditunjukkan dalam penandatanganan nota kesepahaman kegiatan sama strategis gasifikasi batubara antara Pertamina dengan sejumlah perusahaan batubara di Jakarta, Senin (7/12/2020). (Dalam implementasinya Pertamina menugaskan PT. Pertamina Patra Niaga yang merupakan Subholding Commercial & Trading Pertamina)

Kerja sama ini pun diapresiasi oleh Dirjen Mineral serta Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin. Menurutnya, kerja sama ini benar strategis mengingat Indonesia memiliki lulus banyak potensi batubara berkalori sedikit.

“Atas nama ESDM, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya sebab program ini akan menjadi kelebihan kompetitif kita. Dengan gasifikasi batubara, maka bisa menjadi subtitusi impor. Dan kita juga berusaha memikat investasi lebih banyak, sehingga mampu mendatangkan multiplier effect, ” ujarnya.

Baca Juga:

Sejalan dengan Ridwan, Eksekutif Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, program gasifikasi batubara merupakan upaya perusahaan untuk mengembangkan energi alternatif dengan bahan baku yang penuh terdapat di Indonesia sekaligus menekan impor LPG. Namun ia mendahulukan pentingnya penerapan teknologi yang pas dalam program ini sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan yang dikhawatirkan dari penggunaan batubara.

“Program pengurangan impor BBM serta LPG ini sejalan dengan strategi Pertamina ke depan untuk mengoptimalkan sumber daya alam sebagai bakal baku energi sehingga dapat mengurangi impor dan defisit neraca perniagaan. Dengan banyaknya sumber daya yang dimiliki Indonesia dan teknologi dengan tepat, maka isu lingkungan sanggup dibuktikan. Bahwa program gasifikasi batubara menjadi DME menggantikan LPG tak akan menjadi isu lingkungan pada Indonesia. Pemilihan teknologi menjadi kunci, ” tegasnya.

Ia pun menyampaikan, program itu perlu didukung oleh kepastian regulasi ke depannya sehingga menjadi provokasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pabrik dan menciptakan lapangan kerja pada Indonesia.

Program gasifikasi batubara sebetulnya sudah dimulai Pertamina semenjak beberapa waktu lalu. Dan jadi bentuk komitmen, Pertamina melanjutkan program ini dengan menggandeng lebih banyak perusahaan batubara, di antaranya merupakan PT Adaro Energy Tbk serta PT Indika Energy Tbk.