Museum Nasional, Perunggu Gajah Pemberian dari Raja Thailand

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021. JAKARTA DESTINASI museum dalam masa pandemi semacam saat ini memang menjelma pilihan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, terutama Jakarta. Secara mengunjungi museum, kita mampu menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang umum soal sejarah.

Karena, dari mengunjungi museum kita bisa mengetahui banyak bahan dan bentuk yang memikat untuk dipelajari atau semata-mata ingin mengetahuinya saja. Bahkan, dengan mengunjungi museum banyak manfaat yang kita petik.

Berdasarkan masukan yang dihimpun dari museumnasional. or. id, dan goodnewsfromindonesia. id, SINDOnews mencoba menyelami asal muasal pembangunan Museum Nasional atau Museum Gajah yang terletak pada Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.

Museum yang berada di pusat Ibu Kota ini berada di sisi barat Monumen Nasional (Monas), bersebelahan dengan Kementerian Pertahanan (Menhan). Sejajar dengan Majelis hukum Konstitusi (MK) dan tak jauh dari Istana Negara yang juga berda pada Jalan Medan Merdeka Memajukan, Gambir, Jakarta Pusat. Baca juga : Keren! BTS Mau Bikin Museum Khusus Berisi Sejarah Itu

Baca Juga:

Berdirinya Museum Nasional ini menjelang simpulan abad ke-18. Saat tersebut, di Eropa tengah berlaku revolusi intelektual( the age of enlightenment )dimana pemikiran-pemikiran ilmiah serta ilmu pengetahuan mulai tumbuh. Pada tahun 1752 dalam Harlem, perkumpulan ilmiah Belanda bernama De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen berdiri.

Dalil ini yang mendorong pemerintah Belanda di Batavia ataupun saat ini Jakarta, buat mendirikan organisasi sejenis bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG)pada 24 April 1778. Dari lembaga dengan bersifat independen ini, cikal bakal Museum Nasional terbentuk, dengan tujuan memajukan studi dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, khususnya biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah.

Selain itu, BG selalu menerbitkan hasil-hasil penelitian. Semboyannya adalah“ Ten Nutte van het Algemeen ”yang berarti untuk hajat masyarakat umum. Salah seorang pendiri lembaga ini, JCM Radermacher. Dia menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Timah Kalibesar, yang pada periode itu merupakan kawasan perniagaan penting di Batavia. Dia pun menyumbangkan koleksinya berbentuk benda-benda budaya dan buku-buku. Sumbangan Radermacher inilah dengan menjadi cikal-bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Museum Nasional, Perunggu Gajah Hadiah dari Raja Thailand