Pokok Ekonomi Masih Kuat, IHSG Simpulan Pekan Bakal di Kisaran 5. 123-5. 336

JAKARTA – Indeks Harga Bagian Gabungan (IHSG)pada hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan tren positif, ketika fundamental ekonomi nasional masih kuat untuk menopang. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 155, 13 poin atau 3% ke 5. 260, 33 atau 5. 260 masa pengumuman BPS yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomikuartal III minus 3, 49%.

(Baca Serupa: Resesi Datang, Istana: Pemulihan Ekonomi Indonesia Berada di Trek dengan Tepat)

Eksekutif Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG saat ini telah berhasil menembus resistance level terdekat. “Hal ini diiringi oleh sentimen positif dari pergerakan market global maupun regional, walaupun arus masuk dana investasi asing masih mencatatkan outflow secara year to date, ” ujar William di Jakarta, Jumat(6/11/2020).

Kata dia, masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi sandaran bagi kenaikan IHSG yang terlihat dari data ekonomi yang sudah terlansir. “Hari ini diprediksi 5. 123 hingga 5. 336 dan IHSG berpotensi bergerak menguat, ” katanya.

Baca Juga:

Berikut menu saham hari ini yang bisa menjelma pilihan para pelaku pasar yaitu BBCA, TLKM, JSMR dan BBRI. Saham lain yanng juga wajar dicermati adalah SMGR, KLBF hingg WIKA.

(Baca Juga: Berhadapan dengan Resesi, Satgas PEN Tetap Fokus Ngabisin Duit)

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Pandai Budimanta mengatakan, bahwa perekonomian Nusantara telah mengalami banyak perbaikan serta kemajuan dibandingkan dengan kuartal II. Dia menyebut, bahwa faktor bayaran pemerintah menopang pelemahan di zona konsumsi maupun investasi.

“Arahan Presiden Jokowi yang terus-menerus terhadap para-para menteri untuk mengefektifkan anggaran benar mampu memulihkan perekonomian, ” katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Selain itu Arif selalu mengatakan, bahwa program penanganan covid dan pemulihan ekonomi (PEN) dengan digulirkan pemerintah terbukti efektif. “Terbukti dalam membalikan pelemahan ekonomi dengan sempat dialami Indonesia sejak mula pandemi, Maret 2020, ” tuturnya.