Polri Diminta Buka Terang Benderang Urusan Tewasnya 6 Laskar FPI

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menyatakan turut prihatin atas hilangnya menutup enam anggota laskar Front Advokat Islam (FPI) di tangan polisi Kepolisian dalam insiden di Pungutan Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari.

(Klik itu untuk ikuti survei SINDOnews mengenai Calon Presiden 2024)

Dia pun meminta polisi membuka kasus ini seterang-terangnya kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. “Ini soal menghabisi manusia yang hilang di lengah aparat. Pihak kepolisian harus terkuak memberikan informasi dan penjelasan kepada masyarakat agar semua terang-benderang, ” kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews , Selasa (8/12/2020).

(Baca: 6 Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi, Hastag #SayaPercayaFPI Trending)

Menyuarakan Juga:

Copot dari kasus kematian enam karakter laskar tersebut, Analis sosial kebijakan asal UIN Jakarta itu menodong agar Imam Besar FPI Buah hati Rizieq Shihab (HRS) segera menutup panggilan polisi terkait kasus gerombolan massa saat pesta pernikahan putrinya. “Ya, sebaiknya HRS memenuhi panggilan pihak kepolisian. Lagi pula tersebut baru pemeriksaan sebagai saksi, tak perlu menghindar, ” ujarnya.

(Baca: Ini Kata Pengamat Intelijen perkara Penembakan 6 Anggota Laskar FPI)

Fadhli menduga buntut wafatnya enam orang laskar itu pasal adanya upaya menghalang-halangi penyelidikan alat kepolisian dalam kasus tersebut. “Sejak awal upaya penyelidikan sudah memiliki halauan dari laskar FPI. Mampu jadi ini buntut dari kelakuan tegas aparat” ujar Fadhli.

Karenanya, Fadhli berharap HRS menyetujui memenuhi imbauan pihak kepolisian supaya supaya tidak terjadi kekerasan-kerasan wujud lainnya. “Sebaiknya diselesaikan secara dasar. Tak perlulah menjadikan laskar sebagai tameng. Biarkan kuasa hukum maju membela, ” pungkasnya.