Terlanjur Pemulihan Ekonomi, Kini KUR Sanggup Dinikmati Seluruh Sektor Ekonomi

loading…

JAKARTA – Komite Kebijakan Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah menghapus pembatasan penyaluran Kredit Jalan Rakyat (KUR) ke sektor nonproduksi atau perdagangan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorongpercepatan pemulihan ekonomi pada triwulan III dan IV.

Menteri Koordinator Bidang Perekonimian Airlangga Hartato mengatakan, seiring dengan dibukanya aktivitas ekonomi pada bulan Juni 2020, penyaluran KUR mulai meningkat signifikan dengan peningkatan KUR sektor nonproduksi atau sektor perdagangan yang melampaui sektor produksi.

(Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp56 Triliun kepada UMKM Terdampak Covid-19)

“Berdasarkan informasi dari lembaga penyalur, KUR dapat ditingkatkan lagi apabila penyaluran KUR pada sektor perdagangan tidak dibatasi dengan mempertimbangkan tingginya permintaan KUR dari sektor perdagangan berbarengan dibukanya aktivitas ekonomi, ” cakap Airlangga di Jakarta, Senin (27/7/2020)

Baca Selalu:

Sebelumnya pemerintah melalui Komite Kecendekiaan Pembiayaan bagi UMKM telah menyingkirkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 6 Tahun 2020 sebagaimana diubah dalam Permenko Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keyakinan Khusus bagi Penerima KUR terdampak Pandemi Covid-19.

Menko Airlangga mengatakan, dalam peraturan itu diberikan relaksasi penundaan angsuran topik dan pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan berikutnya. Perpanjangan masa waktu, penambahan limit plafon serta penundaan kelengkapan persyaratan administrasi penyampaian KUR juga akan diberikan.

(Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani Akan Ngegas serta Ngerem)

“Dalam jalan memperkuat dukungan terhadap pemulihan ekonomi pada triwulan III dan IV tahun 2020, belanja negara didorong untuk menopang pertumbuhan ekonomi pribumi, ” tuturnya

(fai)